Home Artikel Segelas Kopi Filsafat Untuk Sahabat

Segelas Kopi Filsafat Untuk Sahabat

0 414

Sebuah kisah yang sangat inspiratif, saya terjemahkan dari sebuah artikel filsafat. Semoga bermanfaat.

Seorang professor berdiri sebelum masuk ke kelas filsafat dan ada beberapa barang di depannya. Ketika kelas dimulai, tanpa banyak bicara, dia membawa guci yang sangat besar yang rencananya diisi dengan bola golf. Ketika sudah dimasukkan dia bertanya ke murid-muridnya di kelas apakah guci itu sudah penuh dengan bola golf. Mereka mengangguk.

Kemudian sang profesor membawa kotak yang berisikan kelereng kecil-kecil dan memasukkannya ke dalam guci. Dia menggoyang guci dengan ringan agar kelereng-kelereng itu menggelinding dan mengisi mengisi celah antara bola-bola golf itu. Sekali lagi dia akan bertanya apakah guci itu sudah penuh. Mereka sekali lagi mengiyakan.

Selanjutnya sang profesor membawa kotak yang berisi pasir dan menuangnya ke dalam guci. Tentunya pasir itu memenuhi sisa ruang antara kelereng dan bola golf. Dia bertanya lagi ke kelas apakah guci itu sudah penuh dan mereka menjawab dengan bulat “ya”.

Kemudian sang profesor membuat dua gelas kopi dari bawah meja dan menambahnya ke dalam guci untuk mengisi ruang-ruang yang tersisa. “Sekarang” kata profesor.

“Saya ingin kamu mengerti bahwa guci ini menggambarkan hidupmu.”

“Bola golf itu adalah hal yang penting: Keluargamu, anak-anak, kesehatan, agama, teman, dan nafsu”.

“Ketika segala sesuatunya telah hilang tapi masih ada hal-hal tersebut tadi, maka hidupmu masih dibilang penuh”. “Sebaliknya kelereng itu adalah barang-barang seperti rumah, pekerjaan, dan mobil.”

“Pasir adalah lain-lainnya, jika kamu masukkan pasir pertama kali, kamu tidak akan punya ruang untuk bola golf dan kelereng. Begitupun juga hidup. Jika kamu habiskan semua waktumu hanya untuk hal-hal kecil, kamu tak akan punya ruang untuk hal yang penting dalam hidupmu.Perhatikan hal-hal yang sangat penting untuk kebahagiaanmu.”

“Bermainlah dengan anak-anakmu.”

“Keluarlah untuk makan malam dengan kekasihmu.”

“Periksalah kesehatanmu.”

“Selalu sediakan waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki kendaraanmu.”

“Pilih prioritasmu dan jagalah bola golf dahulu. Sisanya hanyalah pasir.”

Salah satu murid perempuan mengangkat tangannya dan bertanya kopi itu menggambarkan apa.

Sang profesor tersenyum.

“Saya Senang Kamu Bertanya. ITU MENGGAMBARKAN MESKI SEBERAPA PADATPUN HIDUPMU, SELALU SEDIAKANLAH RUANG UNTUK MINUM KOPI DENGAN TEMANMU.”

Bagikan ke Teman

NO COMMENTS

Leave a Reply