Home Kolom Dari Jawa Timur untuk Indonesia

Dari Jawa Timur untuk Indonesia

0 429

Lahir dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan hanya sebuah karunia sejarah yang membanggakan, tetapi sejatinya juga merupakan karunia yang indah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk seluruh bangsa Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan hanya dibangun oleh satu kelompok etnik, agama, ras, atau golongan tertentu, tetapi oleh semua kekuatan yang menjadi bagian sentral dari negeri ini. Sejak awal, para pendiri Republik ini telah sadar bahwa kemajemukan yang dimiliki oleh negeri ini bukan hanya merupakan berkah, tetapi jika tidak hati-hati dalam menjaganya, kemajemukan itu dapat menjadi musibah. Oleh karena itu lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 sesungguhnya merupakan upaya cerdas untuk menangkal musibah itu. Sumpah politik yang berbunyi Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa yang diikrarkan pada waktu itu merupakan sumpah untuk berdirinya sebuah bangunan politik “Indonesia Raya”: raya penduduknya, raya jumlah pulaunya, raya jumlah kelompok etniknya, raya jumlah bahasanya, dan raya kebudayaannya. Sumpah politik ini kemudian dikukuhkan dan dikokohkan dengan sesanti Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu, Unity in Diversity.

Indonesia adalah rumah politik besar yang di dalamnya terdapat berbagai kamar politik dalam wujud partai politik. Partai-partai politik tersebut dituntut untuk berkomitmen dan bertanggung jawab kepada tegak-teguhnya Rumah Politik Besar NKRI, dan tidak melakukan langkah-langkah politik yang dapat mengeroposkan bangunan politik raya itu. Di samping menjadi rumah politik besar, Indonesia juga merupakan rumah budaya besar, yang di dalamnya terdapat kamar-kamar budaya yang diharapkan dapat digunakan untuk menyejahterakan dan mengokohkan bangunan kebudayaan itu.

Bangsa ini telah berusaha keras untuk menjaga Rumah Besar NKRI dengan berbagai pendekatan. Tetapi sejarah mencatat, bahwa pendekatan politik saja, tidak mampu menyelesaikan masalah politik; pendekatan ekonomi saja, tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi; pendekatan keamanan saja, tidak mampu menyelesaikan masalah keamanan. Oleh karena itu kita berkumpul hari ini untuk memikirkan pendekatan lain yang menyatu dengan berbagai pendekatan yang diambil, yakni melakukan pendekatan budaya. Pendekatan kebudayaan adalah suatu pendekatan yang menggunakan produk-produk kebudayaan, baik yang tangible maupun yang intangible untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini. Dengan kata lain, budaya merupakan modal dasar untuk menegakkan Rumah Politik dan Rumah Budaya Indonesia Raya mengingat Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan produk kebudayaan. Untuk itu, diperlukan adanya politik kebudayaan, yakni politik pembelaan terhadap seluruh warga bangsa agar mereka memiliki hak berpolitik, hak berbudaya, dan hak beragama yang sama dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indoesia. Even ini bukan menjadi milik Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur hanyalah tempat untuk bertemu, untuk mencoba memberi sesuatu yang berarti bagi Indonesia dari perspektif kebudayaan. Dari Jawa Timur, untuk Indonesia.

Penulis: Ayu Sutarto

Bagikan ke Teman

NO COMMENTS

Leave a Reply